Di buku "Siyar A'lam Nubala" karangan Azzahabi, disebutkan dalam biografi Malik Bin Dinar, cerita tentang pencuri seperti berikut:
Suatu hari seorang pencuri masuk ke rumah Malik Bin Dinar, tetapi dia tidak mendapati sesuatu barang pun untuk diambil, maka kemudian Malik Bin Dinar memanggilnya dan berkata:
"Engkau tidak mendapatkan harta dunia khan?"
"Benar", jawab si pencuri.
"Apakah kamu ingin harta akhirat?" tanya Malik Bin Dinar.
"Iya" jawab si pencuri"
Suatu hari seorang pencuri masuk ke rumah Malik Bin Dinar, tetapi dia tidak mendapati sesuatu barang pun untuk diambil, maka kemudian Malik Bin Dinar memanggilnya dan berkata:
"Engkau tidak mendapatkan harta dunia khan?"
"Benar", jawab si pencuri.
"Apakah kamu ingin harta akhirat?" tanya Malik Bin Dinar.
"Iya" jawab si pencuri"
Sang "Raja" telah menyiapkan baginya sebuah jamuan yang pastas dan sesuai dengan kebesaran dan kedudukanNya, Dia telah menyiapkannya karena kasih sayang, hormat dan cintaNya kepadanya, dan berjanji akan memberinya ganjaran jika ia menghadiri jamuanNya, yaitu berupa taman yang luasnya sama dengan luas bumi dan langit...
Tapi si "sombong", dengan keras kepala menolak jamuan sang "Raja", dan malah menerima jamuan hamba-hamba lainnya, dan melalap semua makanan dan minuman selera rendahan.. sedangkan dia tahu bahwa kerugianlah jalan akhirnya..
AlQur'an Adalah jamuan sang "Raja" maka terimalah jamuanNya..
Sungguh jamuan yang terhormat.. sungguh Raja yang penyayang.. dan sungguh besar ganjaran bagi yang menerima jamuan tuannya.. "Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada dalam dada dan petunjuk bagi orang-orang yang beriman". QS Al Yunus 57.
Tapi si "sombong", dengan keras kepala menolak jamuan sang "Raja", dan malah menerima jamuan hamba-hamba lainnya, dan melalap semua makanan dan minuman selera rendahan.. sedangkan dia tahu bahwa kerugianlah jalan akhirnya..
AlQur'an Adalah jamuan sang "Raja" maka terimalah jamuanNya..
Sungguh jamuan yang terhormat.. sungguh Raja yang penyayang.. dan sungguh besar ganjaran bagi yang menerima jamuan tuannya.. "Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada dalam dada dan petunjuk bagi orang-orang yang beriman". QS Al Yunus 57.
Seperti sepotong besi yang berkarat, hati juga bisa berkarat, akibat korosi dosa-dosa selama setahun.. jika datang ramadhan, maka inilah kesempatan emas kita untuk untuk mengkilapkannya kembali ke aslinya yang mengkilap.
"Sesungguhnya hati akan berkarat sebagaimana besi yang berkarat"
Mereka bertanya: "Bagaimana cara menghilangkannya wahai Rasulullah?"
Rasulullah menjawab: "Dengan Zikrullah"
Maka, jika engkau ingin hatimu mengkilap seperti cermin.. jangan pernah putus berzikir.
Tetapi, karena Syaitan-syetan jin dan manusia selalu melalaikan hamba dari Tuhannya, dan memalingkan mereka dari berzikir, maka Ramadhan adalah kesempatan kita untuk berlatih zikir tak terputus, karena Allah sudah membantu kita dengan membelenggu syaitan jin..
Tapi, syaitan manusia sudah mempunyai tempat yang nyaman di hati dan akal-akal manusia tanpa belenggu, dan mengambil alih tugas-tugas syaitan jin yang terbelenggu, dan mereka sudah melakukan tugas itu dengan baik.
"Sesungguhnya hati akan berkarat sebagaimana besi yang berkarat"
Mereka bertanya: "Bagaimana cara menghilangkannya wahai Rasulullah?"
Rasulullah menjawab: "Dengan Zikrullah"
Maka, jika engkau ingin hatimu mengkilap seperti cermin.. jangan pernah putus berzikir.
Tetapi, karena Syaitan-syetan jin dan manusia selalu melalaikan hamba dari Tuhannya, dan memalingkan mereka dari berzikir, maka Ramadhan adalah kesempatan kita untuk berlatih zikir tak terputus, karena Allah sudah membantu kita dengan membelenggu syaitan jin..
Tapi, syaitan manusia sudah mempunyai tempat yang nyaman di hati dan akal-akal manusia tanpa belenggu, dan mengambil alih tugas-tugas syaitan jin yang terbelenggu, dan mereka sudah melakukan tugas itu dengan baik.
Langgan:
Entri (Atom)









