Kenapa SBY ke Kuwait???

*Dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.
*SBY hanyalah kepanjangan tangan dari Amerika dan Eropa.

Hari Sabtu tangal 29 Aril yang lalu, telah sampai ke Kuwait presiden RI Bapak Susilo bambang Yudoyono beserta rombongan, dalam rangka kunjungan resmi. Sebelum ke Kuwait SBY telah mendahului silsilah kunjungan timur tengahnya ke Saudi Arabia, dan rencananya setelah dari Kuwait akan melanjutkan kunjungan masing-masing ke Qatar, Uni Emirat Arab, dan Jordania.

Seperti diberitakan media masa lokal Kuwait bahwa kunjungan kali ini adalah kunjungan resmi kenegaraan, dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Dalam pertemuan kenegaraan yang diadakan di istana Bayan Palace, telah dibahas berbagai hal yang menyangkut bagaimana cara meningkatkan hubungan kedua negara menjadi lebih baik.


Selain bertemu dengan Emir Kuwait Syeikh Sabah Jaber Ahmad Al Sabah beserta para menterinya, SBY juga bertemu dengan beberapa ketua badan kenegaraan dan NGO. Diantaranya ketua Badan Negara bidang Penanaman Modal, ketua Bulan Sabit Merah Kuwait, ketua International Islamic Charity dan ketua Badan Negara urusan Peningkatan Ekonomi.

Selain itu presidan beserta rombongan juga bertemu dengan perwakilan masyarakat Indonesia di Kuwait, diantaranya, Ketua PERKIBAR (Persatuan Masyarakat Indonesia Kuwait dan Bahrain), perwakilan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia, perwakilan APIK (Asosiasi Perawat Indonesia di Kuwait), ketua PIP Partai Keadilan Sejahtera Kuwait, perwakilan masyarakat daerah Jahra (PPMJ), perwakilan masyarakat daerah Ahmadi (Perwira) dan yang lainnya. Dalam pertemuan ini dibahas beberapa masalah-masalah yang menyangkut ketenagakerjaan, juga beberapa isyu nasional dan internasional.

Jadi sebenarnya maksud kedatangan SBY ke Kuwait itu apa???Setelah ngobrol-ngobrol dengan beberapa teman,tentunya mereka semua adalah para pakar dan para pengamat hubungan internasional (sekelas warung kopi... hehe), maka kesimpulannya adalah sebagai berikut:

Yang pertama...Tentunya tujuan SBY adalah meningkatkan hubungan bilateral dengan Kuwait dan negara-negara timur tengah lainnya, terutama dalam bidang ekonomi, hal itu dilihat dari beberapa badan yang ditemui oleh SBY kebanyakan berhubungan dengan ekonomi dan charity atau funds. Kira-kira sebulan sebelumnya ketua BI juga ke Kuwait menghadiri salah satu undangan seminar yang berhubungan dengan ekonomi dan perbankan islam. Tentunya ini hal yang sangat positif, mengingat keadaan ekonomi negeri saat ini yang sangat memprihatinkan. Dan juga keadaan negara-negara timur tengah terutama negara teluk yang sangat berpotensi untuk diajak kerjasama dalam hal ini.

Selama ini kerjasama ekonomi Indonesia dengan negara-negara teluk khususnya memang sangat lemah, sebab utamanya mungkin adalah belum adanya rasa saling percaya antara kedua belah fihak. Para investor di negara teluk terutama di Kuwait yang sebenarnya sangat berpotensi, belum mau menanamkan modal di Indonesia karena belum ada yang memulai hubungan ini, mereka sebagai penanam moda tentunya juga tidak begitu saja kemudian menawarkan modal, tetapi harus dari negara yang membutuhkanlah yang memulai. Bila sudah ada yang memulai salah satu, dan ternyata berhasil, maka berbondong-bondong para invertor akan berdatangan, baik dalam tingkat yang besar atau yang kecil-kecil.

Contoh nyatanya adalah negara tetangga kita Malaysia, karena sudah ada fihak yang memulai hubungan perekonomian antara Malaysia dan Kuwait, diantaranya yaitu Baitul Maal Wattamwil Kuwait atau KFH (Kuwait Finance House) yang malah sudah membuka cabanganya di Malaysia, maka kemudian proyek-proyek mulai banyak yang didanai oleh para pemodal dari Kuwait, bukan hanya dari KFH saja, yang paling banyak yaitu dalam bidang real estate.Bahkan rencananya KFH cabang Malaysia juga sudah mulai ancang-ancang membuka cabang lainnya di daerah Asia Tenggara dan Pasifik. hal serupa juga diikuti oleh beberapa badan finance dari Saudi Arabia dan Qatar.Sedangkan di Indonesia belum begitu nampak.Mudah-mudahan langkah yang dilakukan oleh SBY dan rombongannya belum begitu terlambat, atau paing tidak lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. dan tentunya itu langkah positif seorang Presidan, apalagi ini adalah kunjungan resmi presiden Indonesia ke Saudi Arabia.

MasyaAlah, jadi sudah berapa presiden kita berganti sejak merdeka silih berganti, ini adalah kunjungan resmi pertama ke Saudi Arabia? Sedangankan ke Inggris dan Amerika, mungkin adalah kewajiban pertama setelah mereka terpilih? katanya...

Pendapat yang kedua...Kelompok yang kedua, entah karena sudah mistrust dengan SBY, atau karena memang cara pandang dan pengamatan yang sangat dalam, mereka tidak percaya begitu saja dengan hal-hal yang nampak dan diberitakan berbagai media masa, yaitu sebagai bentuk peningkataan kerjasama bilateral kedua negara. Tetapi berdasarkan argumen yang juga tidak bisa begitu saja dikesampingkan.Ringkasannya...

Bahwa SBY hanyalah kepanjangan tangan dari Amerika dan Eropa yang sedang dalam program untuk mendekati dunia timur (Islam) terutama daerah timur tengah. Dan mereka memandang bahwa Indonesia adalah sebagai negara yang tepat yang bisa menjadi penghubung mereka, karena Indonesia sebagai negara yang terbesar jumlah penduduk muslimnya di seluruh dunia, tetapi dari segi keislamannya tidak begitu ketat agak sekuler dan itu yang sesuai dengan keinginan barat. Maka jadilah Indonesia ini sebagai jembatan penghubung antara barat dan timur???
Pendapat diatas berdasarkan....Bahwa baru-baru ini beberapa petinggi Amerika dan Eropa telah mengadakan kunjungan ke Indonesia, diantaranya yaitu, PM Inggris Tony Blair (30-3-2006), Mentri Luar Negeri Amerika Rice 14/15-3-2006), dan PM Belanda (8-4-2006). dan mungkin yang tidak semua orang tahu, utusan dari Israel juga secara resmi telah berkunjung ke Indonesia (11-4-2006), seperti diberitakan salah satu site berita berbahasa Arab Daawa info.net. Kunjungan ini atas undangan dari pemerintah Indonesia dalam rangka menghadiri seminar tentang ekonomi di Indonesia, utusan yang datang adalah dari kedutaan Israel di Thailand, dalam pertemuan ini dibahas juga tentang kerjasama bilateral Indonesia Israel dalam berbagai bidang diantaranya, perdagangan, teknologi, perkebunan dan kedokteran. Dan juga penjajakan tentang kemungkinan diadakannya hubungan diplomasi antar keduua negara. Dan wakil dari utusan Israel tersebut mengatakan bahwa misi yang mereka bawa ke Indonesia berhasil dan bahkan mereka mendapatkan sambutan yang sangat hangat dari para pejabat di jakarta....???Dan seperti dikatakan oleh utusan khusus Presiden untuk urusan Timur Tengah Alwi Shihab dikantor kepresidenan Jakarta (8-4-2006), bahwa presiden juga berniat mengadakan kunjungan ke Palestina.

Menurut shohip pendapat kedua ini... bahwa kedatangan para petinggi Eropa Amerika dan Israel ke Indonesia juga tidak lepas dari upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai perantara meraka dalam mengadakan hubungan yang lebih baik dengan negara-negara Timur Tengah.

Dari kedua uraian diatas...Mungkin bisa kita lihat keduanya adalah niat yang baik... Untuk pendapat pertama... dalam pandangan saya bagus, kalau memang menjadi realita dalam kenyataan hubungan dan kerjasama yang lebih baik, apalagi kalau kemudian ditindaklanjuti dengan investasi dari kedua belah fihak, akan sangat positif, mungkin bisa sebagai alternatif bagi IMF yang sudah banyak mendapat sorotan dari banyak fihak di Indonesia.

Untuk pendapat yang kedua...dalam pandangan saya, kalau maunya Amerika dan Barat adalah hubungan yang lebih baik dengan negara-negara Islam terutama Timur Tengah,, okay saja, welcome... kita khan juga mau hubungan dengan semua negara menjadi baik, tetapi harus atas dasar saling hormat menghormati independensi antar kedua negara, tidak mengintervasi urusan dalam negeri masing-masing. Juga tetap harus sesuai dengan Undang-Undang Dasar kita, yang diantaranya menolak penjajahan dalam segala bentuk apapun (Hubungan dengan Israel tetap harus diputus karena meraka adalah bangsa penjajah yang tidak sesuai dengan UUD kita).

Tetapi yang saya lihat tidak begitu...???Saya melihat bahwa Indonesia selalu menjadi korban intervensi asing dalam politik luar negerinya, dalam masalah timur tengah ini mungkin saja benar bahwa kita hanya jadi kepanjangan tangan mereka, diembel-embeli dengan investasi dan lain-lain. dalam masalah-masalh lainnya juga begitu, seakan-akan kita tidak punya kemerdekaan sendiri, bahkan bukan hanya negara kita, sebagian negara Timur Tengah juga sudah mendapat intervensi yang sangat kuat dari Eropa dan Amerika, terutama berkaitan dengan masalah pengeluaran dana. Di Saudi Arabia dan Kuwait hampir semua organisasi yang berhubungan dengan fund, akan diaudit langsung urusan keuangannya oleh utusan dari Amerika.

Dalam hal lainnya, politik luar negeri kita juga lemah alam hal diplomasinya, sudah tidak asing bagi kita bagaimana hubungan kita dengan para negara tetangga kita, yang selalu menjadikan kita sebagai korban mereka, Malaysia, Thailand, Singapore yang selalu mencuri kekayaan alam Indonesia tanpa kita bisa berbuat apa-apa, bahkan patroli laut kita tidak bisa berbuat banyak. Australia yang selalu mencampuri urusan-urusan di Indonesia (terakhir tentang suaka Papua).

Dan yang saya lihat di Kuwait juga, meskipun negara kita negara besar, tapi masih kalah dengan banyak negara lain yang lebih kecil dalam move-move yang bisa meningkatkan kerjasama antara Indonesia dan Kuwait. Padahal mungkin negara-negara itu lebih sedikit sumber dayanya atau hal yang bisa dijadikan dasar kerjasama, tapi karena kelihaian diplomasinya, maka bisa terjalin kerjasama yang bagus.

Mudah-mudahan... harapan saya, bahwa kunjungan bapak SBY ke Kuwait dan negara-negara Timur Tengah bisa membawa misi yang baik bagi Indonesia dan dunia. Dan lebih meningkatkan kesejahteraan kita bangsa Indonesia.

ditulis oleh Noor.A


5 komentar:

  1. ARS mengatakan...

    Bawa oleh2 apaan yak SBY..? :D  

  2. BidadarI MungiL mengatakan...

    Ass. wR.wB Untuk penjelasan banner itu mohon Mb dikirim ke dessy71@yahoo.com. Terima kasih. Wass  

  3. leyna mengatakan...

    komentar kasus SBY

    Menarik kasus SBY yang dtg ke kuwait. sebagai sesama muslim janganlah kita berburuk sangka atau menuduh tanpa ada buktinya nanti bisa jadi fitnah misalnya kalo dibilang SBY kepanjangan tangan AMerika. Apa kemudian Kuwait itu juga bukan kawan Amerika, Kuwait juga tunduk sama Amerika. Tapi mari kita positive thinking, bahwa kunjungan ini demi kemaslahatan bersama, sejelek-jeleknya pemimpin, tapi saya yakin dia tidak akan meruntuhkan negaranya sendiri dan merelakan banyak intervensi asing masuk kedalamnya. Agama mengajarkan untuk berpikir rasional, kritis bukan tuduhan tanpa bukti. disamping itu Kita harus membuka diri dan memahami strategi apa yang bisa digunakan untuk kepentingan bangsa dan negara kita. komentar ini bukan berarti saya membela SBY, dalam banyak hal saya juga mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintahannya, tapi marilah sebagai sesama muslim jangan memberikan judge dan klaim-klaim kebenaran sendiri karena ajaran islam begitu santun dalam mengajarkan moral dan kebaikan. oleh karena itu wahai saudaraku, mari kita pergunakan bahasa-bahasa yang damai dan mendamaikan karena itulah makna islam  

  4. azfa mengatakan...

    Assalamu'alaikum.w.w
    Sebenarnya lama ana mau menulis jawaban ini, terutama untuk mbak/mas Leyna...
    tapi ana tunda2 karena memang banyak kesibukan, dan juga dengan harapan semoga yang membaca postingan ana diatas bisa lebih teliti lagi membacanya sehingga juga nggakh terlalu su'udzon dengan ana pada postingan tadi hehehe... dan mungkin karena cara membacanya yang kurang teliti juga, ada seseorang yang mengirim email berisi nasehat kepada ana juga, jazahullahu khoir, dengan bahasa dialog yg entah terjadi atau tidak hehehe, tentang cara memberi nasehat... ala kulli hal jazahullahu wa jazakallahu khoir...

    Tentang postingan...
    InsyaAllah saya juga tidak berburuk sangka kepada bapak presiden... sedangkan dua pendapat diatas adalah memang terjadi dari hasil obrolan saya dengan beberapa teman di asrama (memang betul-betul terjadi obrolannya), sedangkan pendapat saya sendiri telah saya kemukakan juga diatas yang mungkin tidak dibaca dengan teliti.
    tentang pendapat kedua yang bikin kontroversi (hehehe gr aja) setelah ana teliti sebabnya... sohib pendapat mendasari pendapatnya setelah membaca sebuah artikel di koran Media Indonesia (edisi cetak Kamis 27 April 2006) dengan judul "Ke Arab Presiden Mencabut Duri", dan isi dari artikel ini hampir sama dengan pendapat teman ana tadi, dan koran itu waktu itu memang baru dibawa oleh seorang teman yang baru pulang cuti dari Indonesia, bisa dibaca di edisi cetaknya, sedang edisi onlinenya kita harus berlangganann dulu untuk membacanya, dan ada di alamat ini http://www.mediaindo.co.id/ ana kasihkan cuplikannya disini... http://photos1.blogger.com/blogger/1909/2399/400/media.0.jpg karena ana juga gak bisa baca lengkapnya.

    Jadi itulah teman ana... yang pendapatnya ana tuliskan dalam postingan diatas...
    untuk pendapat ana sendiri... masih ada diatas dan belum ana edit2...
    "Untuk pendapat pertama... dalam pandangan saya bagus, kalau memang menjadi realita dalam kenyataan hubungan dan kerjasama yang lebih baik, apalagi kalau kemudian ditindaklanjuti dengan investasi dari kedua belah fihak, akan sangat positif, mungkin bisa sebagai alternatif bagi IMF yang sudah banyak mendapat sorotan dari banyak fihak di Indonesia".

    "Untuk pendapat yang kedua...dalam pandangan saya, kalau maunya Amerika dan Barat adalah hubungan yang lebih baik dengan negara-negara Islam terutama Timur Tengah,, okay saja, welcome... kita khan juga mau hubungan dengan semua negara menjadi baik, tetapi harus atas dasar saling hormat menghormati independensi antar kedua negara, tidak mengintervasi urusan dalam negeri masing-masing. Juga tetap harus sesuai dengan Undang-Undang Dasar kita, yang diantaranya menolak penjajahan dalam segala bentuk apapun (Hubungan dengan Israel tetap harus diputus karena meraka adalah bangsa penjajah yang tidak sesuai dengan UUD kita)".
    juga...
    "Mudah-mudahan... harapan saya, bahwa kunjungan bapak SBY ke Kuwait dan negara-negara Timur Tengah bisa membawa misi yang baik bagi Indonesia dan dunia. Dan lebih meningkatkan kesejahteraan kita bangsa Indonesia".

    Jadi pada intinya saya menaruh harapan yang besar dari kunjungan presiden kita ke Timur tengah dan bukannya malah su'udzon aja...
    dan juga bukan untuk menghasut orang atau memprovokatori orang untuk bersu'udzon dengan presiden kita...
    Mudah-mudahan penjelasan ana bisa menjernihkan cara berfikir kita...
    Wama uridu illal islaha ma'statho'tu...
    Jazakumullahu khoiron...
    Wassalamu'alaikum w.w
    Noor aziz  

  5. Anonim mengatakan...

    Wonderful and informative web site.I used information from that site its great.
    » » »  

Poskan Komentar


 

Yang Mampir Berteduh

Link Menarik

Kuwaitana

Panduan prosedur pengurusan visa family ke Kuwait... lengkap disertai gambar...mantap selengkapnya disini

Blog paling lengkap dengan segala informasi tentang Kuwait: Bahasa, mata uang, iklim, sosial budaya, jam kerja dan libur, sekolah, hotel, tempat makan dan restaurant, rekreasi, living cost, prosedur visa, civil ID, residency permit, driving liscense.. dll..sayang gak dibuka kolom koment... selengkapnya disini

Indonesiana

Belum nemu blog Indonesia yang pas...jadi ngunjungi profile kami dulu yah..:)

View my complete profile

Duniana

Play and Learn Activities for baby...bagus2

selengkapnya disini

Blogroll

Silaturrahim



Free shoutbox @ ShoutMix
Powered by IP2Location.com

Komentar



K2 Template by: geckoandfly3 Column by: k2ModifyBloggerized n Skinned by: Az&fA