Dalam berbagai kesempatan perbincangan dengan bapak Dubes, juga beberapa bapak diplomat, mungkin kita pernah mendengar satu istilah yang juga menjadi salah satu program Deplu yang dicanangkan oleh Menlu Bpk. Hasan Wirayuda, yaitu Diplomasi Total (Total Diplomacy) dan Diplomasi Publik (Public Diplomacy).

Dalam Diplomasi Total intinya yaitu "Diplomasi yang melibatkan semua komponen bangsa dalam suatu sinergi dan memandang substansi permasalahan secara integratif." Artinya semua warga negara memainkan peranan yang sama penting dalam konsep ini. Wajah negara, tidak lagi tergantung pada kemampuan para diplomat karier di forum-forum diplomasi global. Meskipun tidak berarti bahwa para dubes dan diplomat berlepas tangan dari tanggung jawab. Warga Indonesia yang tinggal di luar negeri dengan semua komunitasnya juga turut memberikan sumbangan pada gambaran atau citra bangsa Indonesia di arena internasional, bekerjasama dan bahu-membahu dengan kedutaan beserta staf-stafnya membuat citra positif bangsa. Bukan malah saling bersaing dan berebut pengaruh.

Kita masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri (Kuwait), bisa menjadi duta bangsa dan meninggalkan citra positif bangsa kita bagi warga negara dan penduduk Kuwait, dengan mentaati peraturan ditempat kita tinggal misalnya, atau berpretasi pada masing-masing bidangnya, dan mengenalkan adat istiadat bangsa yang baik-baik yang tercermin dalam diri kita. Sebaliknya kalau kita melakukan hal yang negatif, meskipun hal itu kita lakukan secara personal, bisa jadi yang menanggung akibatnya adalah bangsa kita, dengan mendapat cap atau predikat buruk sesuai dengan kelakuan yang kita buat.

Sejalan dengan program ini, KBRI, masyarakat dan komunitas-komunitas masyarakat Indonesia di Kuwait, ternyata sudah banyak yang menjalankan peran sebagai duta bangsa ini, dengan mengadakan kegiatan-kegiatan positif seperti seminar, talkshow, pameran, bazaar, gathering, presentasi, lomba-lomba dan lainnya, juga dengan berprestasi pada bidang masing-masing, menambah dan meningkatkan profesionalitas kerja, serta berusaha lebih mengenal adat-istiadat penduduk setempat.

Tapi rupanya… Dari sekian ribu masyarakat Indonesia yang ada di Kuwait ini, ternyata ada yang menentang program ini dan melakukan perbuatan negatif yang bisa menjadikan buruk citra bangsa.

Suatu hari seseorang mengirim sms pada uminya Asiya (istri saya) bertanya, kira-kira seperti ini pertanyaanya: " Kita sedang ada masalah dengan administrasi persamaan ijazah di instansi tempat kita bekerja, sehingga kalau resign resmi, kita tidak akan mendapatkan uang pesangon (End of Service Grant). Jadi bolehkan kita pinjam uang ke bank, dengan nominal yang kira-kira sebesar uang pesangon, kemudian kita pulang ke Indonesai tanpa resign tapi tidak balik-balik lagi ke Kuwait (kabur??) dan tanpa mengembalikan pinjaman bank tadi, dengan asumsi bahwa bank itu akan diberi ganti rugi oleh pemerintah Kuwait yang mana uang pesangon hak kita masih ada padanya?
Tentu saja dijawab tidak boleh oleh istri, kecuali… bila dalam akad pinjam meminjam dicantumkan Kuwait Government sebagai guarantor (penjamin) dan ada perwakilan dari mereka yang ikut tanda tangan persetujuan. Dalam hal ini maka baru ketika kita kabur tidak membayar hutang bank, bank bisa menuntut Kuwait Government sebagai guarantor kita. Dan kita bisa lepas tangan dengan bank, meskipun kita tetap ada pertanggung jawaban dengan government yang menjadi penjamin kita.

Akhir-akhir ini kebanyakan bank di Kuwait memang membuat promosi-promosi yang dahsyat untuk menarik customer, diantaranya kemudahan-kemudahan meminjam uang, yang kalau dahulu bagi ekpatriat agak sulit, sekarang dipermudah, screenshot diatas adalah salah satu contoh bank yang memberikan kemudahan-kemudahan bagi ekspatriat, diantaranya: tidak perlu ada penjamin untuk berhutang, batas minimum salary hanya 400 KD, bisa hutang sampai 15 ribu KD (prakteknya biasanya sampai 10 kali gaji), kemudahan akses dan lainnya.

Iklan-iklan seperti ini tentu sangat biasa dalam dunia perbankan diseluruh dunia, yang targetnya menambah customer dan pemasukan benefit bagi mereka.
Tapi rupanya kemudahan-kemudahan ini disalah gunakan oleh sebagian oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan meminjam uang ke bank sampai batas maksimal, kemudian pulang ke negaranya tidak balik-balik lagi ke Kuwait dan tanpa mengembalikan pinjaman bank.

Dan rupanya fenomena ini juga terjadi pada masyarakat Indonesia di Kuwait, sampai saat ini, sudah enam kasus yang saya dengar, dilakukan oleh masyarakat Indonesia, dengan nominal pinjaman mulai 5000 sampai 8000 dinar, beberapa pelaku saya tahu personalnya, yang lainnya hanya mendengar saja. Biasanya kasusnya ketahuan ketika pelakunya tidak lagi pulang ke Kuwait setelah ijin cuti pulang ke Indonesia, kemudian datanglah tagihan dan peringatan bank ke tempat tingal dan tempat kerjanya. Tapi ada juga yang terang-terangan… satu orang yang saya tahu, sebelum pulang cuti sudah berkoar-koar didepan saya dan orang banyak, bahwa dia masih mempunyai hutang beberapa ribu dinar di bank, dan tidak akan dia bayar, karena dia tidak akan balik lagi ke Kuwait (meskipun tidak resign), dengan alasan nanti akan dibayar di negara baru yang dia akan tinggal, karena negara itu punya perjanjian dagang dengan Kuwait. (Sebagian yang mendengar waktu itu ada yang bilang: kau bayar nanti kalau tidak lupa…)…

Dalam diskusi saya dengan beberapa pengurus Perkibar Organisasi Komunitas Masyarakat Indonessia di Kuwait (mas Supriyanto, pak Heru dan pak Ananta), saya bertanya, bila kita tahu ada kejadian seperti diatas, apa yang mesti kita lakukan? Jawaban bapak-bapak tadi sepakat untuk meneruskan hal itu kepada KBRI karena mereka sebagai representatif pemerintahan Indonesia di Kuwait. Dalam kejadian diatas, sebelum saya sempat meneruskan informasi ke KBRI, pelakunya ternyata sudah keburu kabur pulang ke Indonesia.

Bapak Dino Wahyudin salah seorang diplomat di Kedutaan Indonesia dalam salah satu emailnya kepada komunitas milis Indo_kuwait, pernah mengingatkan kita untuk mentaati peraturan dan hukum positif di Kuwait sesuai dengan Konvensi Wina tahun 1963.

Tidak membayar hutang, pasti semua sepakat bahwa hal itu adalah perbuatan negatif, merugikan orang lain, dan pelakunya berhak mendapatkan hukuman. Dalam kasus kita seperti diatas, sementara ini pelakunya belum mendapatkan hukuman apa-apa, tapi malah mungkin kita yang tidak tahu menahu bisa jadi akan mendapatkan getah dari perbuatan mereka. Bisa jadi tidak sekarang tapi mungkin nanti-nanti. Paling tidak mungkin akan ada sangsi social berupa stigma bahwa bangsa Indonesia suka tidak mengembalikan hutang (waduh satu cap negatif lagi…. Selain beberapa cap karena perlakuan negetif beberapa TKW).. atau mungkin dalam bentuk administratif, misalnya diketatkannya adminstrasi pinjam-meminjam di bank, diketatkannya administrasi kepulangan di bandara dan lainnya. Hal ini tentu bukan suatu kabar yang baik buat kita.

Selain hal itu tidak sejalan dengan program diplomasi total, karena perbuatan itu akan mencemarkan nama bangsa. Saya yakin semua agama juga tidak setuju dengan perbuatan ini, karena termasuk kezhaliman dan aniaya.

Dalam agama Islam ada banyak teks-teks tentang kewajiban melunasi hutang ini, saya cantumkan beberapa semoga semakin bisa manjaga kita dari hal negatif ini.

"Penangguhan hutang oleh orang yang mampu membayarnya, dapat menghalalkan kehormatannya dan pemberian hukuman kepadanya". HR Ibnu Majah dan Nasa'i. "Setiap orang yang menerima pinjaman dan ia bertekad untuk tidak membayarnya, niscaya ia bertemu Allah (kelak) sebagai pencuri." HR Ibnu Majah.

Pada akhirnya, marilah kita saling bahu-membahu, memperbaiki diri kita, dengan akhlaq yang baik dan dengan profesionalitas yang tinggi, sehingga dengan demikian insyaAllah akan membantui program pemerinta total diplomasi, dimana semua dari kita adalah sebagai duta bangsa dimana pun kita berada.

Ditulis di Kuwait 24 Juni 2008
Oleh: Noor Aziz, Lc.

OOT…
Gambar-gambar onta di Screenshoot di atas, ada salah satu gambar yang asli ikon salah satu bank di Kuwait, hayo siapa yang tahu gambar onta yang warna apa? Gambar yang keberapa?.... ada hadiahnya bagi yang jawab bener lho…

Bagi nama-nama jelas yang saya sebutkan diatas atau yang sudah dilink bila keberatan bisa disclaim ke email saya nooraziz (dot) hasan (et) yahoo (dot) com

16 komentar:

  1. Pinot, Dita, Arwen & Leia mengatakan...

    Saya keberatan karena.. nama saya ngga ada.. hahahaha.. ngga becanda.

    Thanks for the info, om. Sama seperti teman-teman yang lain, kami di sini juga susah payah membangun image positif kampung halaman. Impact-nya ngga gede, tapi sekedar sumbang setetes karena akhirnya bisa merasa 'do something for our country'.

    Walau tentunya, ada beberapa 'jerawat' dan 'bisul' yang ditimbulkan oknum-oknum berfilosofi "kesempatan dalam kesempitan". Barangkali justru itu yang harus kita lakukan. Sesuatu yang mungkin sebenarnya lebih berat, karena urusannya dengan sesama bangsa :(

    Btw. Saya tahu itu ikon bank apa. Itu onta biru ikon bank AzfaAzfa.
    huehehehehehehe  

  2. azfaAZ mengatakan...

    #p+d+a+l
    khan udah ada tuh om pinot namanya.. tapi rame2 khan lebih asyik (emang geng ijo..)di indo_kuwait hehehe
    walah tebakannya saltot salah total.. azfaazfa (waha) belum punya bank... baru punya mall sama hotel... mkn kapan2 tak reveiw deh :))  

  3. Hendar Sunandar mengatakan...

    iya saya juga merasa khawatir dengar kejadian ini. Ada beberapa orang yang memang kita tahu dan kenal. Sangat disayangkan emang.... bukannya membangun diplomasi publik tapi malah membuat image negative publik indonesia di Kuwait. Saya setuju bila semua itu ditindaklanjuti dengan pihak KBRI.  

  4. didats mengatakan...

    wah, saya di kantor capek-capek bangun nama indonesia, kok ada ya orang indo yang kaya gituh.

    ikut ah pinjem duit terus kabur.. wakaka...

    *kabur dari bang azis*  

  5. az&fa mengatakan...

    cuma mau ngetes form komentar baru...
    kok kapca nya gak keluar yah
    padahal aku udah sign off???
    eh ternyata keluar juga....  

  6. Bayu Adji Wibowo mengatakan...

    End of Service Grant itu ada di semua perusahaan ya?  

  7. azfaAZ mengatakan...

    #Bayu Aji Wibowo
    Tidak mas, masing2 perusahaan mempunyai kebijakan yang berbeda2, kalau kerja di goverment, sama memang kebijakannya. Kalau swasta berbeda-beda.  

  8. Abi Bakar mengatakan...

    Wah bikin malu aja yah...memang susah menjaga baik nama bangsa jika kepentok urusan finansial namun disitulah iman harus dipegang teguh.

    Dan slamat nih untuk template barunya, dulu warna hijau skarang hitam dan hijau:D  

  9. Chintya mengatakan...

    Wah blognya seru ...ala gurun pasir semua n sukses ya  

  10. adien mengatakan...

    gak keberatan bang.. wong gratisan :D

    saetuju ma mas pinot, terlepas dimana kita berada.. sumbangkan sesuatu yang kita bisa. ada stereotip dikalangan kuwaiti negara kita adalah negara khadamah & sihir wedew..

    clingak-clinguk ajah.. liat desain barunya:)  

  11. bank_al mengatakan...

    Semua bank di Kuwait ini ternyata memberikan promosi, kecuali bank al ya?

    Halah, bank al musti diperbaharui kayaknya nih. :D  

  12. cah kudus mengatakan...

    wah, benar sekali, saya SSS. Yang saya tahu baru satu yang ngelakuin pinjam2 uang gak ngembalikan, ternyata temannya yang ngelakuin banyaknya empat.
    jadi kayak nyamuk aja. nyamuknya cuma satu tapi temannya banyaaak...

    kalau buat investasi pak enaknya sih pinjam uang lalu kaburrr..
    Tapi bank nya gak takut kasih pinjaman banyak2 terus peminjamnya kabur. Katanya tenang... ADA LOAN INSURRANCE.  

  13. gus mengatakan...

    saya setuju dipomasi kita yang masih 'memBarat' centris Kang. banyak keberpihakan indonesia yang abai terhadap negara2 islam. Pemimpin bangsa ini lupa pada akar sejarah. dunia Islamlah yang pertama mengakui eksistensi kemerdekaan kita.  

  14. Anonim mengatakan...

    KOC...urun rembug Mas
    Yang mananya utang ya harus atau wajib dikembalikan sebab nanti pasti ada yg nagih walau kita sudah mati. Saya ada cerita dari kawan di Qatar dia punya utang kemudian ke Indonesia gak balik 3 tahun kemudian dia kembali ke Qatar karena dapat tawaran kerja begitu dia habis finger print DITANGKAP polisi karena belum bayar utang (paspor sudah ganti juga alamat tapi sidik jari gak bisa ditipu)

    Salam
    KOC  

  15. Anonim mengatakan...

    kalok utang saya sudah Lunas, tpi rekan saya jg ada yg spt cerita diatas....  

  16. Mr. Hasdy mengatakan...

    Ya salaaaammmm  

Poskan Komentar


 

Yang Mampir Berteduh

Link Menarik

Kuwaitana

Panduan prosedur pengurusan visa family ke Kuwait... lengkap disertai gambar...mantap selengkapnya disini

Blog paling lengkap dengan segala informasi tentang Kuwait: Bahasa, mata uang, iklim, sosial budaya, jam kerja dan libur, sekolah, hotel, tempat makan dan restaurant, rekreasi, living cost, prosedur visa, civil ID, residency permit, driving liscense.. dll..sayang gak dibuka kolom koment... selengkapnya disini

Indonesiana

Belum nemu blog Indonesia yang pas...jadi ngunjungi profile kami dulu yah..:)

View my complete profile

Duniana

Play and Learn Activities for baby...bagus2

selengkapnya disini

Blogroll

Silaturrahim



Free shoutbox @ ShoutMix
Powered by IP2Location.com

Komentar



K2 Template by: geckoandfly3 Column by: k2ModifyBloggerized n Skinned by: Az&fA